Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Saturday, 9 December 2017

Maulid Nabi Muhammad SAW Tradisi Gorontalo Dzikir/Modikili dari ba'da Isya sampai Dzuhur

Salah satu daerah yang masih sangat menjaga nilai-nilai kebudayaan dan adat istiadat di negara ini adalah Gorontalo, yang banyak mempadupadankan antara budaya dan agama. Banyak hal yang bisa kita saksikan dalam pembauran antara Islam dan budaya di Gorontalo ini misalnya pelaksanaan adat pernikahan, pemakaman, penyelenggaraan adat tamu kehormatan, penyelenggaraan adat kepala daerah atau pejabat yang baru, tradisi tujuh bulanan, aqikah, Isra mi’raj, maulid nabi dan masih banyak lagi, yang semua dilaksanakan dengan adat yang sudah membudaya di masyarakat kita.

Pelaksanaan tradisi maulid nabi yang dilaksanakan secara adat dan budaya Gorontalo menjadi daya tarik tersendiri dalam perkembangannya. Proses pelaksanaannya ini merupakan salah satu unsur kebudayaan yang sangat luhur dan mempunyai nilai tinggi, antara suku dan daerah-daerah lainnya yang melaksanakan menurut adat masing-masing daerah dengan ciri khas tersendiri yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang yang juga dijadikan sebagai landasan hidup. Pelaksanaan maulid nabi secara tradisional seperti yang dilaksanakan di Gorontalo pada dasarnya memang tidak ada anjurannya dalam Islam tetapi untuk memperingati maulid nabi itu secara umum memang sudah dilaksanakan sejak dulu.

Dalam pelaksanaannya maulid nabi Muhammad s.a.w., Sebagai bentuk instrospeksi melalui berdzikir atau modikili. Dikili juga bertujuan untuk mengingat hari kelahiran nabi Muhammad s.a.w., mengingat jasa-jasa beliau yang telah menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia  termasuk kepada kita, dan juga mengingat pada sifat-sifatnya yang luhur budi, penyabar, rendah hati dan lain-lain. Sikapnya yang tegas menyebarkan dakwah Islam patut kita teladani. Dalam memperingati maulid nabi ini harapannya bukan hanya sekedar mengingat saja kemudian kembali dilupakan setelah ritualnya selesai, namun harus mampu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditanamkan dalam diri setiap manusia. “Lantunan-lantunan dikili membuat ketenangan, dan itu semuanya adalah sifat dan perilaku dari nabi Muhammad SAW, yang harus kita dijadikan panutan,”

Perayaan maulid nabi di masjid-masjid yang ada di Gorontalo tidak lepas dari berbagai macam persiapan yang dilakukan oleh masyarakat yang melaksanakannya, diantara persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:   
*Rapat penetuan hari pelaksanaan, sebenarnya sudah ditentukan hari dan tanggal untuk pelaksanaannya di kalender masehi yaitu pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal karena pada tanggal tersebut merupakan hari kelahiran nabi. Namun oleh masyarakat Gorontalo tanggal 12 Rabi’ul Awwal ini merupakan awal atau tanda dimulainya pelaksanaan maulid nabi di masjid-masjid, biasanya pada tanggal ini selalu dilaksanakan oleh masjid-masjid besar yang ada di pusat Kabupaten/Kota sebagai masjid daerah atau masjid yang ada di pusat kecamatan sebagai masjid kecamatan, yang kemudian di hari-hari berikutnya dilaksanakan oleh semua masjid-masjid yang sudah menentukan hari pelaksanaannya. Sedangkan segala bentuk biaya yang terjadi saat pelaksanaannya semua dibebankan kepada masyarakat, tanpa menggunakan dana pembangunan masjid.
*Walimah/Toyopo, diartikan sebagai perjamuan atau hidangan yang dihidangkan kepada para tamu atau undangan (pezikir dan pejabat). Namun masyarakat lebih sering menyebutnya Tolangga yang dikreasikan oleh masyarakat dengan bentuk yang unik dan hiasan yang meriah. Di dalamnya berisi makanan berupa nasi kuning, pisang, dodol, telur, ayam goreng, kue cucur dan kue basah lainnya khas Gorontalo. Kemudian Walima/Toyopo tersebut di berikan kepada warga yang ikut berdzikir/modikili serta janda janda tua di sekitaran masjid yang di adakannya perayaaan maulid nabi Muhammad SAW.











Sunday, 16 July 2017

Anak jadi seperti apa itu tergantung didikan orang tua, Sudahkan kita mendidiknya dengan benar???

Setiap rumah tangga pasti menginginkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Tentu dalam mewujudkan hal terebut setiap anggota keluarga harus memiliki peran dan menjalankan amanah itu. Seperti Suami adalah kepala rumah tangga yang bertanggung jawab dalam rumah tangganya dan memberi teladan yang baik. Dan kewajiban kita adalah untuk mengikuti petunjuk nabi disetiap segi kehidupan kita. terlebih tentang cara mendidik anak. karena Allah SWT akan mempertanyakannya di akhirat kelak.                                                                                                                                                                                                                                                                        
Kebanyakan kita sebagai orang tua mengandalkan babysitter dalam hal mengasuh anak kita, jangan heran anak melakukan hal hal buruk yang sama sekali kita tidak inginkan.

Berikut cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.
1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid
Rasullullah SAW bersabda: "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat "Lailaha-illaallah". Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, "Lailaha-illallah".
Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya "Lailah-illallah", kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya." (sya'bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

2. Mendidik anak tentang Shalat
Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang shalat.
1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya shalat.
2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan shalat.
3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan shalat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

3. Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya
Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur'an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahu'anhu dalam kitab Risatul Huquq.

"Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan." (Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak. Semoga bermanfaat.







Pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlaq yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak, sehingga ia mampu menolak syahwat yang jelek, dan menjadikan jiwanya tidak akan merasa nyaman kecuali dengan hal-hal yang baik

Sumber: https://muslimah.or.id/8445-bagaimana-mendidik-anak-dalam-islam.html
Pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlaq yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak, sehingga ia mampu menolak syahwat yang jelek, dan menjadikan jiwanya tidak akan merasa nyaman kecuali dengan hal-hal yang baik

Sumber: https://muslimah.or.id/8445-bagaimana-mendidik-anak-dalam-islam.html

                                                                                                                                                       


3.

Wednesday, 1 June 2016

DOA Buka Puasa


اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Dibaca : Allahuma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika aftartu birahmatika ya arhama rohimin.

Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.


Semoga bacaan atau doa diatas dapat menjadi sebuah bacaan yang bermanfaat  sebagai kesempurnaan ibadah puasa di bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan ini Amiin...

Saling mengingatkan dalam kebaikan

Islam bukanlah agama individual atau nafsi- nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap sesama. Menyuruh mengerjakan kebaikan dan Mencegah perbuatan mungkar.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]

Dari surat Al ‘Ashr di atas jelas. Selain beriman dan mengerjakan perbuatan baik, kita juga harus nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Artinya kita tidak bisa diam saja melihat kemungkaran, namun dengan sabar terus menasehati agar orang-orang lain juga ikut berbuat baik dan benar dan menghentikan perbuatan mungkar.

Allah menyebut orang yang shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai penolong agamaNya.

“Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” [Al Hajj 41]

Semoga kita termasuk kedalam golongan penolong Agama. Amiin

Tuesday, 31 May 2016

Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan

Niat merupakan hal awal yang jadi penentu bagi apa yang kita kerjakan. Seperti sabda Rasulullah SAW, Sesungguhnya semua amal itu (sah atau tidaknya) tergantung pada niat melakukannya dan setiap orang hanya akan mendapat sesuai apa yang ia niatkan.

Dari sinilah betapa pentingnya niat dalam menjalankan ibadah terutama saat melakukan ibadah wajib seperti Puasa Ramadhan. Niat berpuasa Ramadhan merupakan salah satu rukun puasa.

Sahur sebaiknya dilakukan sebelum terbitnya fajar atau sebelum memasuki waktu Sholat Subuh. Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan sebaiknya dibaca setelah menjalankan sholat sunah tarawih dan witir, atau bila lupa maka bisa dilakukan setelah menyantap sahur sebelum masuk imsak.

Adapun Bacaan Niat Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.”
Setelah mengucapkan niat sahur puasa ramadhan, barulah menjalankan ibadah wajib puasa dengan diisi berbagai ibadah wajib maupun sunah dan aktivitas positif lainnya sampai azan Maghrib yang menandakan waktu untuk berbuka puasa.
 
Semoga Bermanfaat

Amalan Ibadah Bulan Suci Ramadhan

Berikut beberapa amalan - amalan di bulan Ramadhan yang dapat melebur dosa diantaranya:

Puasa Ramadhan
 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]
 
Amalan yang pertama dan paling utama di bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa yang merupakan rukun Islam yang keempat. Semua kita mengetahui tentang hal itu, tapi yang perlu kita ingat bahwa puasa setiap orang dari kita berbeda nilai dan pahalanya di sisi Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, mari kita berpuasa bukan sekedar untuk melepaskan kewajiban, tapi kita melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap balasan Allah. Kita merasa senang dengan puasa dan bukan merasa terbebani.

Berikut dalil akan keutamaan amalan puasa bulan Ramadan yang akan menghapus dosa diantaranya yaitu :
  1. "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni." (HR. Bukhari Muslim ).
  2. "Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran)." (HR. Bukhari Muslim
Menyegerakan Berbuka Puasa
 
Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :
 “Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Melaksanakan Makan Sahur


“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Ayat Al-Qur’an diturunkan pertamakali pada bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain.


Buatlah target untuk diri anda sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini bisa juga dijadikan program unggulan bersama keluarga.

Memberikan Makanan Berbuka Puasa (Ith’amu ath-tha’am)


“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)

Amal ibadah mulia ini dapat Anda manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah Anda. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.

Berdakwah

Jangan sia-siakan momen Ramadhan kali ini. Sepanjang bulan Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah karena pastinya suasana Ramadhan sudah sangat terasa dimana-mana dan tiap orang siap menerima nasihat.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (TQS. Al-Imran[3] : 104)

Namun pastikan jika Anda memberi nasihat haruslah ada dalilnya. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.”

Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)

Berikut adalah dalil hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Dan yang paling penting diingat ialah shalat tarawain dapat dilakukan dirumah sekalipun.

Rasulullah SAW pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. 


Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

 Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya berlipat-lipat. Rasulullah SAW. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bertaubat

Selama bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi seluruh hambanya. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Semoga Bermanfaat ;-)

DOA Menyambut Bulan Ramadhan

Assalamalaikum Sist, Bro
Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari yaa

Sudah sepantasnya kaum Muslim mempersiapkan diri menghadapi kedatangan Bulan Ramadhan. Sebab, persiapan menyambut kedatangan bulan yang suci ini, menjadi langkah awal yang sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam meraih berbagai keutamaan yang terdapat di dalamnya.

Berikut DOA Menyambut Bulan Ramadhan

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

(Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya'ban, wabaarik lanaa fii Romadhan)

Artinya : “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan”

Keterangan:
Doa ini diambil dari hadits riwayat Ahmad (no. 2346 dan 2387). Doa tersebut dibaca sejak bulan Rajab.

Monday, 23 May 2016

DOA Agar dimudahkan Segala Urusan

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saya hanya ingin berbagi do’a yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi permohonan berbagai kemudahan dalam segala urusan. Semoga bermanfaat.

Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

[artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].

Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/255). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami’ul Ahadits, 6/257, Asy Syamilah)
Sanad hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiqnya terhadap Shahih Ibnu Hibban.




Faedah singkat dari do’a di atas:
  1. Yang namanya kemudahan hanya datang dari Allah. Sesuatu yang sulit sekalipun bisa menjadi mudah jika Allah kehendaki.
  2. Hendaklah hati selalu bergantung pada Allah, bukan bergantung pada diri sendiri yang lemah. Jika hati terlalu yakin atau terlalu PD (percaya diri) sehingga melupakan Rabb di atas sana, maka sungguh urusan tersebut akan semakin sulit. Ingatlah bahwa barangsiapa yang senantiasa bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mempermudah urusannya.
  3. Manusia punya kehendak. Namun kehendak tersebut bisa terealisasi dengan baik dan sempurna, jika Allah menghendakinya. Oleh karena itu, hati seharusnya bersandar pada Sang Kholiq, Allah Ta’ala.
  4. Perlunya beriman kepada takdir ilahi dengan baik sehingga tidak membuat seseorang semakin sedih atas musibah atau kesulitan yang menimpanya.
  5. Takdir di satu sisi terasa menyakitkan. Namun jika kita memandang dari sisi lain, pasti ada yang terbaik dan hikmah yang besar di balik itu semua. Yakinlah!
Semoga kita bisa mengamalkan do’a ini di kala kita sulit dan di saat mengharap kemudahan dari Allah. Semoga bermanfaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.