Showing posts with label News Lokal. Show all posts
Showing posts with label News Lokal. Show all posts

Friday, 1 July 2016

Tumbilo Tohe (Pasang Lampu) Di Gorontalo

Masyarakat Gorontalo pada jaman dahulu biasa menjalankan tradisi malam pasang lampu atau Tumbilotohe. Tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo berarti pasang, dan tohe berarti lampu. Tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung sejak abad XV dan dilaksanakan setiap 3 malam terakhir menjelang hari Raya Idul Fitri, yaitu tanggal 27 hingga 30 Ramadhan, mulai Magrib hingga Subuh.




Tradisi ini berawal dari keadaan Gorontalo yang pada waktu itu gelap gulita karena belum dimasuki listrik, sehingga masyarakat Gorontalo yang ingin melaksanakan shalat Tarawih ke Mesjid dan menyerahkan zakat fitrah pada malam hari harus memerlukan penerangan atau lampu.
Pada jaman dahulu, lampu yang ada sesuai dengan jumlah anggota keluarga, jadi setiap anggota keluarga punya lampunya masing-masing. Awalnya lampu penerangan menggunakan wango-wango yaitu terbuat dari wamuta yang dihaluskan, diruncingkan, kemudian dibakar. 
Berikutnya alat penerangan berganti dengan tohetutu yaitu damar dari semacam getah padat yang akan menyala cukup lama ketika dibakar. Sesuai perkembangan lampu penerangan berikutnya menggunakan sumbu dari kapas berbahan bakar minyak kelapa (padamala) yang diwadahi kima sejenis kerang dan pepaya yang dipotong dua. Saat ini penerangan tersebut umumnya menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak tanah dan bahkan ada juga yang menggunakan lampu hias. Biasanya, lampu-lampu tersebut di pasang di depan rumah, di jalan-jalan, di lahan-lahan kosong nan luas, di alikusu atau kerangka pintu gerbang khas Gorontalo dan di perahu (atau yang biasa di sebut dengan Tumbilotohe Tobulotu atau pasang lampu di perahu). Agar terlihat lebih unik dan kreatif, lampu-lampu yang di pasang oleh masyarakat.
Tradisi Malam Tumbilotohe telah menarik perhatian wisatawan termasuk juga warga kota tetangganya seperti Manado, Palu, dan Makassar. Mereka jauh-jauh sengaja berkunjung ke Gorontalo untuk menyaksikan tradisi Tumbilotohe yang menakjubkan. Bukan hanya itu, saat Malam Tumbilotohe Anda juga akan dapat merasakan nuansa religius dan solidaritas masyarakat Gorontalo yang tulus.
Perayaan Malam Tumbilotohe menjadi semakin semarak saat ini karena ada atraksi bunggo yaitu meriam yang terbuat dari bambu yang dimainkan anak-anak muda Gorontalo. Pemuda pemain bunggo akan saling balas beradu kerasnya bunyi bunggo. Kegiatan tersebut akan semakin semarak saat menjelang sahur sekaligus membangunkan warga untuk makan sahur. 

Mudah-mudahan, tradisi masyarakat Gorontalo ini dijalankan dengan harapan bisa sungguh-sungguh mengambil hikmah yang terkandung dalamnya, bahwa dalam menjalani kehidupan ini kita memang perlu penerang (petunjuk) dari Sang Pemilik Cahaya sebagaimana masyarakat Gorontalo percaya bahwa pada saat menyalakan lampu, mereka mendapatkan berkah pada malam Lailatul Qadr.

Friday, 3 June 2016

Presiden Jokowi untuk kali ke 2 di Gorontalo

   
Rombongan Jokowi yang menumpang Pesawat Kepresidenan RI-1 mendarat di Bandara Jalaludin, Gorontalo, Kamis (2/6/2016) malam tadi sekitar pukul 23.00 Wita.

Untuk kali kedua. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Gorontalo. Kali ini, Jokowi datang ke Gorontalo untuk meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Paguat.

Menurut pemberitaan di Harian Gorontalo Post Uniknya, saat masuk kedalam mobil, Jokowi untuk duduk di kursi depan. Sempat dipersilakan untuk di kursi belakang, mantan Gubernur Jakarta itu malah terus membuka pintu depan. Ia pun duduk di balik kemudi (setir) mobil.


Di samping kanan di kursi depan duduk Ajudan Jokowi. Sejurus kemudian, Ibu Negara Iriana naik ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Lalu sang putra Kaesang Pangarep.


Awalnya beberapa warga yang menyaksikan dari kejauhan tingkah sang Presiden dibuat kaget. Namun begitu iring-iringan mobil mulai berjalan, para warga pun sempat bergumam kagum.


Sementara itu saat memulai perjalanan dari Bandara Djalaluddin menuju Hotel Maqna, Jokowi mengumbar senyum dan melambaikan tangan kepada warga yang memadati pinggiran jalan. “Pak Jokowi…,” ucap warga sembari melambaikan tangan ke arah rombongan Presiden Jokowi.

Walaupun tampak kelelahan, Jokowi membalas sapaan warga dengan melambaikan tangan.


Di sisi lain, meski sudah larut malam, antusiasme warga untuk menyambut kedatangan Jokowi tetap tinggi. Mereka memadati sepanjang pinggiran jalan dari Bandara Djalaluddin hingga memasuki perlimaan Telaga.

Begitu pun dengan hari ini, Pagi tadi Jokowi kembali membuat heboh warga dalam perjalanan menuju peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Paguat, sontak saja warga yang memadati sepanjang jalur yang dilewati oleh Jokowi kembali heboh dan menyambut dengan lambaian tangan. 

Sumber : Hargo

Monday, 30 May 2016

Tindaklanjuti Rekomendasi BPK - RI

Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemprov Gorontalo tahun 2015, berhasil diserahkan tepat waktu oleh BPK-RI kepada ketua DPRD provinsi Gorontalo dan Gubernur Gorontalo, Senin, (30/05) melalui rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo. Kendati demikian, masih ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi. Auditor utama keuangan Negara VI BPK-RI. 

Berdasarkan tindaklanjut per 31 Desember 2015 atas rekomendasi BPK-RI untuk temuan pemeriksaan Tahun Anggaran 2014 dan sebelumnya, dari 733 rekomendasi senilai Rp. 49.081 milyar telah ditindaklanjuti sebanyak 407 rekomendasi (55,53 persen) senilai Rp. 12.295 milyar. sementara 206 rekomendasi (28.10 persen) senilai Rp. 28,331 milyar belum sesuai, dan 120 rekomendasi (16,37 persen) senilai Rp. 8,453 milyar belum ditindaklanjuti.

Sumber : Radar Gorontalo

Tarik Wisatawan ke Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris rahim, atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo mengucapkan terimakasih kepada PT. Sido Muncul yang telah mengangkat sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo menjadikan obyek wisata hiu paus di desa botubarani, Kab. Bonebolango sebagai lokasi pembuatan iklan.



Dengan penayangan iklan melalui televisi nasional, obyek wisata hiu paus semakin dikenal luas oleh seluruh masyarakat indonesia. sehingga diharapkan wisatawan yang datang untuk berkunjung ke provinsi gorontalo semakin meningkat dan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Kemunculan hiu paus yang merupakan jenis ikan terbesar di dunia dengan panjang rata - rata mencapai 12 Meter dan hanya berjarak 20 meter dari bibir pantai, menjadi daya tarik bagi wisatawan karena merupakan satu satunya di dunia. terkait dengan itu, PT Sidomuncul melalui produk Kuku Bima energi, meluncurkan iklan versi terbaru dengan tag line'Ayo ke Gorontalo.

"Kemunculan 18 Ekor Hiu Paus yang ada di Gorontalo
Merupakan sebuah Keajaiban dan satu-satunya di dunia
Jadikan Indonesia tujuan wisata Kelas Dunia
AYO KE GORONTALO ......
Minum Kuku Bima Energi ROSA!"




Sumber: Radar Gorontalo & PORTAL GORONTALO

Thursday, 26 May 2016

Harus Mampu Menguasai Bahasa Asing

Perguruan tinggi dituntut harus senantiasa mempertahankan mutu dan kualitas luarannya, agar bisa bersaing dalam era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sebenarnya luaran perguruan tinggi kita dari segi keterampilan dan penguasan ilmu pengetahuan tidak kalah, tetapi selama ini jadi tantangan adalah soal penguasaan bahasa. kedepan keterampilan berbahasa asing tidak hanya bahasa inggris tetapi juga bahasa - bahasa dengan penutur yang mayoritas di negara asing lainnya selayaknya juga dikuasai.

demikian penegasan koordinator kopertis wilayah IX Sualwesi, Prof, Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP, dalam setiap kesempatan memberi sambutan pada acara wisuda, kuliah umum dan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya dikampus PTS se-Sulawesi sepanjang tahun 2015.

Dijelaskan dalam era MEA kita jangan hanya jadi penonton, tetapi harus siap menghadapinya, sekaligus menjadi pemain, tentudengan kualitas yang dimiliki. menjalani MEA tidak cukup hanya penguasaan akademik, tetapi juga harus punya *Soft Skill* yang mampu mengendalikan emosi serta mampu berkomuniukasi secara baik.

agar tidak kalah tersingkir dalam persaingan harus mampu menghadirkan sumber daya berkomponen memiliki daya saing unggul, sehingga bangsa kita mampu bersaing dengan negara - negara tetangga lainnya.

perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab sangat penting dalam mempersiapkan SDM lebih berkualitas dan berdaya saing, oleh karena itu perlu ada standar kompetensi loulusan perguruan tinggi sebagaimana di atur dalam pelaksanaan kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI) tandas seorang asesor BAN -PT ini.

Sumber : Cerdas
Oleh : Ulla-wahab-yahya